Enter your keyword

post

PEPAYA JEPANG

PEPAYA JEPANG

  • Nama Lokal : Pepaya Jepang
  • Nama Ilmiah : Cnidoscolus aconitifolius
  • Famili : Euphorbiaceae
  • Status Konservasi (IUCN) : Least Concern (LC)
  • Lokasi Ditemukan Di SAsi : Area B (gerbang dalam – panggung), Area C (Mushola – Greenlab SD atas & SM), dan Area D (SD 4 – amphiteather)

Deskripsi Morfologi

Merupakan tanaman daerah tropis yang dapat ditemukan di daerah dengan ketinggian hingga 1.300 m dpl. Tumbuh baik di daerah dengan suhu rata-rata tahunan pada siang hari antara 20-32 °C, curah hujan 1.000-2.000 mm/th, juga tumbuh subur di berbagai jenis tanah dengan pH tanah berkisar 5,5-6,5. Batang kuat, berbuku, tunas muncul di ketiak batang daun, bergetah putih. Daun mirip daun pepaya, berwarna hijau, bergerigi membentuk jari dengan lebar sekitar 5 cm. Rasa daun tidak langu, tidak pahit, tidak kaku, berair, dan lunak, serta tidak berbulu. Bergetah seperti susu. Bunga memiliki mahkota berwarna putih, berjumlah 5 helai. Berumah dua, bunga jantan dan betina terpisah. Biji memiliki ukuran 6-8 mm, tidak memiliki tangkai.

Penyebaran

Pepaya jepang berasal dari Amerika Tengah di Semenanjung Yukatan di negara Meksiko. Kini telah dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pepaya jepang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tanaman obat, dan dikonsumsi sebagai sayuran. Tanaman ini telah dikonsumsi oleh orang-orang dari suku Maya sejak zaman pra-Columbus, hingga kini masih dikonsumsi oleh masyarakat modern.