Pulau Berhantu

Ada  4 orang sahabat yaitu Alex, Harley, Steve dan Marco. Mereka  bersahabat dari kecil, dan rumah mereka tidak terlalu jauh. Mereka suka sekali berpetualang. Saat liburan sekolah nanti, mereka berencana untuk pergi berpetualang.

Ketika libur sekolah tiba mereka berkemas untuk mempersiapkan perbekalan yang akan mereka bawa nanti. Mereka berjanji untuk berkumpul di rumah Steve. Mereka berencana berpetualang dengan menggunakan kapal layar. Mereka berlayar selama sepuluh  hari.  Pada perjalanan mereka menemukan sebuah pulau yang  misterius.

Steve berkata, “Mungkin kita bisa istirahat di pulau itu.”

Lalu Marco berkata, “Hei Steve, keliahatannya pulau itu angker.”.

Alex berkata, “Benar kalau sepertinya  pulau itu angker.”.

Harley berkata, “Kita belum tahu dalam pulau itu,  siapa tahu ada penduduknya.”

Semua bilang, “Setuju!”

Lalu mereka merapatkan kapalnya ke pulau itu.

Alex berkata,”Hei steve ini  seram banget, iya seram  dari pantainya aja ada banyak tulang-belulang dan pohon-pohonnya sangat besar dan banyak semak-semak.”.

Mereka beristirahat di pantai pulau tersebut.  Pulau ini sepi dan seram. Mereka memutuskan untuk beristirahat satu hari di pulau penuh misteri ini. Besoknya mereka  semua  melihat kapal mereka  berlayar sendiri tanpa awak.  Akhirnya mereka terjebak di pulau. Pada malam hari mereka mendengar  suara suara aneh dan menyeramkan.

“Krosak……………………!! Krosak…………!! Srengg….! Nguukk…………Nguukk!!!”

Mereka berkata, “hei siapa itu”. Tapi tidak ada jawaban. Mereka semalaman tidak bisa tidur. Pada esok harinya mereka mencari tahu misteri suara suara  aneh tadi malam. Mereka melihat di atas pohon banyak sekali monyet yang sedang berebutan makan buah, dan daun-daun dari pohon yang besar. Monyet-monyet mengeluarkan suara-suara aneh ketika tertiup angin kencang. Akhirnya terjawab sudah misteri suara-suara seram di pulau misteri. Mereka ingat pada saat turun dari kapal, mereka lupa menutup layar  dan mengikat kapal. Sehingga kapal layar mereka tertiup angin dan berjalan sendiri. []

Oleh: Muhammad Aimmar Mahrus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *