My Marriage Project

Bismillaahirrahmaanirrahim…

Sebenarnya ini bukan tentang pengalaman berkesan selama di SAsi, tapi lebih kepada pengalaman hidup yang berharga. Awalnya saya melamar pekerjaan di SAsi sebagai admin, tetapi Allah punya rencana yang lebih indah, qodarullah saya mendapat tawaran untuk menjadi infal fasilitator TK. Saya pun langsung meng-iya-kan dengan harapan besar untuk belajar memantaskan diri sebagai seorang Ibu. Ini adalah salah satu jalan untuk menyukseskan project marriage saya. Sangat penting bagi saya untuk belajar menjadi Ibu karena saya tidak mau anak saya kelak jadi salah asuh atau hanya trial and error. Saya tidak mau menjadi Ibu yang gagal.

Akhirnya hari pertama bertemu dengan para malaikat kecil datang juga, ada rasa haru dan bahagia yang tidak bisa diungkapkan. Walaupun banyak drama ada yang menangis, ngambek, takut dan masih banyak lainnya. Ada kepuasan sendiri ketika bisa dekat dengan mereka, apalagi ketika bisa membujuk mereka untuk makan buah, menenangkan mereka ketika mengis dan membuat mereka ketagihan ke sekolah.

Hari-hari berlalu begitu cepat tak terasa tiga bulan sudah hampir usai. Sedih sekali ketika harus menyampaikan bahwa saya tidak lagi menemani mereka belajar di kelas, apalagi sampai ada anak-anak yang menagis di rumah karena merasa kehilangan salah satu Bu gurunya. Tapi di sisi lain saya merasa bahagia karena itu berarti mereka sudah menyayangi saya.

Maha baik Allah SWT yang telah menjadikan SAsi tempat belajar saya menjadi ibu bagi 16 anak dengan berbagai karakter dan kelebihannya masing-masing. Ternyata tidak mudah menjadi seorang Ibu yang baik, terkadang lelah dengan tingkah mereka tapi bahagia ketika mereka mampu meminta maaf dan memaafkan.

Terima kasih TK A Kuala Kapuas, terima kasih sahabatku Aisyah, terima kasih SAsi.

Oleh Fifi Safucy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *