Kemah Pertama? Jadi PAK??? Oh NO YES!

Tujuh bulan sudah saya bergabung dengan Sekolah Alam Bekasi. Setelah sebelumnya melanglang buana kesana kemari dan saat ini menemukan oasis, Sekolah Alam Bekasi. Sesuai dengan namanya, lingkungan sekolah, kurikulum, hingga kegiatan belajar-mengajar pun bertemakan alam. Oleh karena itu, tak heran jika terdapat kegiatan berkemah di setiap levelnya. Pada kegiatan berkemah, tempat berkemah di mulai dari sekolah hingga ke kaki gunung, bahkan sampai pulau di Ujung Kulon pun dijamah. Setiap kegiatan tersebut tidak luput dari peran koordinator serta PAK (Pendamping Anggota Kelompok) dalam pelaksanaannya. Lalu apa yang terjadi jika seorang yang baru bekerja di sebuah sekolah alam dan belum pernah berkemah, menjadi salah satu petugas PAK?

Gugup. Takut. Bingung. Dilema. Khawatir. Semua rasa itu bercampur menjadi satu. Walau begitu saya tidak bisa menolak amanah ini. Sebagai gantinya teman saya meyakinkan saya untuk datang dalam perjalanan berkemah ini. Mereka menceritakan betapa akan sangat serunya perkemahan ini. Bermain game di perkemahan, tidur di tenda, menghirup udara yang bersih, melihat pemandangan yang menyejukan mata dan pikiran, serta hal seru lainnya. Tapi yang masih saya pikirkan adalah kata itu: berkemah. Dan saya tetap gugup. Pikiran saya melayang membayangkan sulitnya hidup tanpa atap di atas kepala, tak memiliki kendali penuh atas suhu dan iklim, hujan, serta toilet bersih. Hal inilah yang selalu memilukan untuk berbicara dengan seseorang yang ingin melakukan perjalanan berkemah tapi menolak untuk pergi semata-mata karena mereka cemas berkemah. Hingga akhirnya saya pun berangkat dan mendampingi 5 ditambah 5 anak hebat selama perkemahan berlangsung. Cerita ini akan membahas tentang menjadi PAK yang ternyata…..

Sangat mengesankan!!

Saya akan memberikan tips bagaimana mengatasi kekhawatiran menjadi PAK.

Banyaklah bertanya! Tanyakan semua hal yang perlu diketahui. Kesalahan nomor satu yang dilakukan oleh PAK pemula adalah mencoba untuk benar-benar mandiri selama persiapan perkemahan berlangsung. Tidak ada salahnya banyak bertanya kepada PAK senior yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam dunia per-PAK-an. Mintalah saran dan rekomendasi mengenai semua hal tentang perkemahan dan pendampingan siswa, serta tugas PAK. Ingat! Tidak ada pertanyaan bodoh atau memalukan untuk ditanyakan. Dan percayalah, PAK senior pernah mendengar sebelumnya! Berikut adalah beberapa pertanyaan yang pernah bisa ditanyakan sebelumnya dalam perjalanan berkemah, dan biasanya para senior PAK senang untuk menjelaskannya. Contoh pertanyaan;

·       Apakah tugas mendirikan tenda jatuh pada PAK saja?

·       Bagaimana cara mendirikan tenda?

·       Bagaimana cara melipat kantong tidur saya di dalam tenda?

·       Apa yang harus PAK lakukan jika terdapat siswa yang masih mengompol?

·       Apakah PAK diharuskan membuat yel-yel untuk para siswa?

Kemah – kemas; kurang adalah lebih. Saya memerlukan waktu satu minggu untuk benar-benar memutuskan barang apa saja yang harus dibawa. Meskipun daftar keperluan sudah dibagikan oleh koordinator kegiatan, saya tetap membuat daftar tambahan pribadi berupa rincian barang hingga brand barang yang akan saya bawa dan benar-benar saya butuhkan.  Saya sempat terpikir bahwa saya membutuhkan semua barang, semua obat, selimut, jaket tebal, kaus kaki tebal, sleeping bag tebal, dan lain-lain untuk dibawa, hanya sekedar untuk berjaga-jaga. Bagaimana jika saya membutuhkannya nanti? Nyatanya, TIDAK! Saya pun tidak memiliki kesemua barang tersebut. Sejak saat itu, saya belajar untuk merelakannya; Jika saya tidak memilikinya, saya tidak membutuhkannya.

Tidak hanya sampai disitu, teknik mengemas bukanlah hal sulit, namun tidak mudah untuk dilakukan juga.  Perlu pengetahuan dan pengalaman untuk mengemas semua barang yang perlu masuk ke dalam tas. Melihat tutorial kreatif yang tersebar di sosial media pun menjadi salah satu alternatif untuk mempelajari serta mempraktikan pengemasan yang baik, benar, juga efektif. Merupakan salah satu nilai tambah bagi PAK yang memiliki teknis mengemas efektif.

Tak kenal maka tak sayang. Setelah mendapatkan nama-nama siswa, mulailah berkenalan dan mengingat nama mereka. Dekati mereka dan ajak mereka untuk membuat yel-yel sendiri. Dorong mereka untuk berkreasi sesuai minatnya, dan juga tren yang sedang hits pada saat itu. Yel-yel adalah salah satu cara membangkitkan semangat dan motivasi anak. Dengan begitu keakraban mulai tumbuh dengan sendirinya.

Pertunjukan bukanlah kompetisi. Perlu diingat bahwa pertunjukan kelompok ini adalah momen dimana PAK dan anak-anak bersantai menikmati setiap pertunjukan kelompok lain dan menunjukkan kekompakan PAK bersama anggotanya. Sama halnya dengan mempersiapkan yel-yel, sangat penting untuk menanyakan pendapat anggota kelompok mengenai pertunjukkan yang akan disiapkan bersama.

The last but not least; Take it easy and enjoy every moment. Tertawakan hal-hal kecil bersama mereka. Perjalanan dan proses perkemahan pun akan terasa menyenangkan. Menikmati alam bebas dan tidak mencemaskan hal-hal kecil.

Oleh Gusmutia Annisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *