Keluarga Baruku

Orang-orang Pertama

Dating dari tempat yang lumayan jauh dari tempat ini, aku datang cukup terlambat dengan menggunakan pakaian formal yang agak berantakan karena gesekan di perjalanan.

Agak kaget awalnya karena aku seperti salah kostum, tapi aku langsung menuju ruang guru. Orang pertama yang aku temui adalah Bu Dessy. Beliau yang menjelaskan kepadaku tentang sekolah ini.

Akibat datang terlambat, aku kemudian diarahkan menuju ruang perpustakaan sekolah untuk membuat alat peraga pembelajaran. di ruangan ini, aku bertemu dengan Bu Asty, yang merupakan kepala sekolah disini. Beliau, dengan karakternya yang lembut tapi tetap tampak tegas dan bersemangat menurutku, membuatku tertarik untuk memperhatikan penjelasannya.

Orang selanjutnya yang yang kutemui adalah Pak Agus. Sosoknya yang tenang, murah senyum dan kebapakan, membuat aku cukup merasa segan berada di sekitarnya. Aku bertemu dengannya saat sesi wawancara.

Kemudian aku bertemu dengan Pak Fathin saat tes membaca Al-Qur’an. Auranya yang supel membuat suasana keakraban yang cukup hangat.

 

SIMBA’s Teacher

Memiliki team yang seru dan asik itu sesuatu yang menyenangkan. Rasa canggung di awal pertemuan merupakan hal yang biasa. Tapi kian hari kedekatan kami kian baik. Segala macam hal terkait kegiatan pembelajaran sering kami bahas bersama.

Bu Dwi dengan sikapnya yang cukup tegas bahkan cenderung galak kalau menurut versianak-anak, partner kelas yang banyak membantuku mempelajari kondisi kelas. Pak Hardi, guru shadow laki-laki yang beruntungnya karena dia ada di SD 3, sehingga aku bukanlah satu-satunya guru laki-laki di kelas 3 ini. Kami bertiga adalah fasil SD 3 Sintang.

Sementara itu, rekan fasil selevel kami di SD 3 Sambas, ada Bu Tita da Bu Nurul. Mereka juga orang yang asik. Seringkali aku mampir, makan atau sekedar numpang selonjoran di kelasnya. Sosok bu Nurul yang lembut tapi cukup sigap bergerak mengatasi anak-anak yang pecicilan di kelasnya. Dia adalah calon guru Bimbingan Konseling kelak.  Sementara Bu Tita, sosok yang seru dan asik ini adalah warga perbatasan Cikarang dan Bekasi. Sosoknya mengingatkanku pada seorang teman SMA ku.

 

Murid-murid yang Luar biasa.

Murid pertama yang aku temui dan cukup berkesan adalah Yazid. Pada hari pertama masuk sekolah, dia sempat menangis tidak ingin sekolah dan ingin tetap bersama bundanya. Mungkin karena ia masih jetlag dengan jadwal liburannya. Sampai-sampai Yazid harus dirayu dulu agar mau masuk ke kelas bersama teman-temannya. Akhirnya dia pun bisa lepas sementara dari bundanya.

Berikutnya ada Izmir. Anak ini cukup menarik perhatian. Sosoknya yang lebih senang menyendiri di pojok kelas dan lebih banyak diam disbanding berbicara menjadikanku ingin sekali mempelajarinya. Kebiasaan berbicara dengan bahasa inggris mungkin yang menjadikannya cukup sulit untuk berkomunikasi dengan teman sebayanya. Izmir bisa berbahasa Indonesia, tapi memang tetap harus ditambah lagi kossakatanya. Semakin hari aku mencoba terus belajar berbinccang dengannya. Sekaligus aku bisa punya teman untuk latihan berbicara.

Selanjutnya ada Nadhila. Salah satu murid yang berkesan juga bagiku. Anak perempuan ini cukup tomboy. Hal ini dikarenakan sosoknya yang lebih banyak bermain dengan anak laki-laki, walau sebenarnya dia anak yang masih gampang rapuh. Dia pernah sempat mengikutiku kemanapunaku pergi kecuali ke kamar mandi. Mood anak ini mudah naik dan turun. Kalo sudah merajuk, jangan harap ada senyuman dari wajahnya, dan ketika sedang baik mood-nya, maka dia akan begitu ceria. Dia adalah ketua kelas yang baik.

SD 3 masih mempunyai sejumlah anak dengan beragam karakter dan kisah tersendiri, namun baru ini yang bisa aku jelaskan disini. Baik di SD 3 SIntang ataupun di SD 3 Sambas. Aku mulai merasa menyayangi mereka semua.

Sementara itu di luar SD 3 SIMBA, masih juga banyak terdapat fasil-fasil dan murid-murid yang berkesan bagiku. Mereka semua adalah keluarga baruku. Semoga hubungan ini semakin baik untuk ke depannya.

Oleh Fahmi Afriyandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *