Karena Kamu Harus Ada Untukku

Setiap orang hadir dengan membawa alasannya. Setiap orang hadir dengan sebabnya masing-masing. Awal perjalanan pun membawa pertanyaanya, mengapa aku harus di sekolah alam?

Interaksi antara aku dan kamu, anak-anakku, telah membuat ada yang berubah padaku. Aku terbiasa hidup dengan senyaman gayaku. Selagi tak melanggar ketentuan Allah, cukuplah semua itu. Hari bertambah bilangan, nampaknya ada standar nilai hidup yang harus diperjuangkan. Aku ingin lebih baik dari kemarin. Aku ingin turut berbenah dalam kebaikan sepertimu, anak-anakku.

Pernah suatu pagi yang dingin, ingin rasanya tetap dalam selimut hangat. Ah, iya anakku sudah bergegas. Liburan pun sering tergiur untuk kubablas saja, toh cuti belum kugunakan. Ah iya anak-anakku telah mencukupkannya. Atau pada suatu malam demam tinggi dan paginya masih sempoyongan, sudahlah istirahat di rumah saja. Tidaaaaak, aku ingin turut hadir di kelas menemaninya. Sungguh Allah Maha Baik. Allah jadikan sakit di sekolah tak sesakit saat di rumah.

Ya, begitu. Kamu yang ingin kutemui saat tanggal merah lebih dari dua hari. Kamu yang ingin kutemui saat di penghujung liburanku. Namamu yang diucap berulang menghiasi obrolan hangat para bapak ibu guru di sore hari. Lihat saja para guru di sekolah yang nampak berenergi untuk melakukan apa saja bersama kamu. Sesampainya di rumah barulah ada selipan rasa lelah. Nama-namamu yang disebut dalam deretan doa-doa pendekku. Kamu pengisi energiku.

Allah adalah sumber energi. Dan kamu perantara energi itu. Pertanyaanku, pengelolaan waktuku apakah sebaik hari bertemu denganmu? Disini aku merefleksi apa yang sudah aku perbuat. Belajar untuk tidak merusak rintisan kebaikanku sendiri.

Jadi, kamulah alasan mengapa aku harus di sekolah alam.

Oleh Nur Khasanah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *