Dancing with Thirteen Master

Satu tahun kurang sebulan mendampingi para anak hebat membuat hati terasa mengemudikan roller coaster. Terkadang terkagum-kagum melihat ide cemerlang mereka. Terkadang kening berkerut melihat tingkah aneh mereka. Terkadang emosi ini berada dipuncaknya, membuat air mata tak terbendung karena ulah mereka. Beginilah rasanya membersamai para calon pemimpin negeri ini. Masa kanak-kanak akhir menuju remaja membuat banyak peralihan yang jika tak memahami, tak sanggup rasanya.

Hari pertama, mulai mengenal karakter per karakter. Sebuah negosiasi selalu dibiasakan baik dalam hal peraturan maupun kegiatan sehari-hari. Begitulah kebiasaan yang telah terbentuk di Sekolah Alam Bekasi.  Memfasilitasi siswa untuk mereguk sebanyak mungkin ilmu yang bisa mereka raih. Satu bulan telah berlalu, semakin terlihat potensi-potensi yang harus dioptimalkan dan diminimalisir. Strategi pun disusun berbekal track record dari fasilitator di kelas-kelas sebelumnya.

Yap, SD 6 Singkuang. Dengan 13 anak yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan digabungkan menjadi satu dengan tujuan yang sama. Menjadi  penerus negeri yang amanah untuk memakmurkan bumi dengan keahlian masing-masing. Karena mereka adalah master. Master di bidangnya melengkapi bidang yang lain.

Sebuah episode yang membuat yakin mereka para generasi yang ikhlas, insya Allah. Setiap hari jumat terjadwal membahas materi religion dan akhlak disertai analisis penerapan di kehidupan sehari-hari. Saat itu sedang berlangsung tema alam tata surya dan tema akhlak ikhlas. Setelah mereka berhasil menuangkan fenomena warna planet dengan gradasinya yang membuat kagum para adik kelas. Kini, proses tanya jawab dari sebuah kisah keikhlasan terlontar dari masing-masing anak. Sebuah kejadian yang mengandung sikap ikhlas tanpa pamrih. Dan pengalaman mereka masing-masing berbeda, namun intinya sama sebuah rasa hanya mengharap ridho Allah.

Menari bersama 13 master.  Adinda, the master of art. Aliyah, the master of up to date. Khansa, the master of leadership. Rani, the master of polite. Andhika, the master of math. Dimas, the master of kind. Ervand, the master of science. Faris, the master of tahfizh. Farel, the master of design. Maulana, the master of funny. Naufal, the master of patient. Rafly, the master of acting. Dan Raka, the master of brave.

Terima kasih untuk pembelajaran di setiap episode yang telah kalian persembahkan untuk fasilitator kalian ini. Terima kasih juga untuk ayah bunda yang telah sudi mempercayakan anandanya kepada guru kecil ini. Terima kasih yang tak pernah usai untuk sahabat perjuangan para guru PM dan PD yang senantiasa menyulutkan api semangat kebersamaan. Semoga para master cilik ini kelak bisa memberi arti untuk orang tua, keluarga dan juga lingkungannya. Semangat selalu untuk khalifah fil ardh. Pemakmur bumi yang selalu peduli dengan sesamanya. Amiin.

Oleh Afdina Hespita Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *