CINTA itu Bernama Penerimaan

Pengalaman yang tidak pernah di lupakan ketika ada di Sekolah Alam Bekasi adalah rasa kekeluargaan yang kental disini. Ntah mengapa di Sekolah Alam Bekasilah saya mendapatkan keluarga baru. Ketika saya mengalami kehilangan, mereka menjadi garda terdepan. Berbondong-bondong membantu baik secara moril atau pun material.

Kesempatan bersama dengan teman-teman pun kami temukan kembali. Kebahagiaan pun saya dapatkan kembali. Kami bagaikan teman rasa saudara yang Allah pertemukan. Tempat dimana tidak pelit berbagi ilmu serta banyak orang-orang baik yang membawa perubahan.

Adalagi teman-teman cilik yang selalu meramaikan suasana hati dengan seabrek ke khasan serta keistimewaan mereka. Dari merekalah kami belajar arti “dewasa” itu sendiri. Akh indahnya melihat kalian nak. Penuh imajinasi tanpa perlu merasa terbatasi. Marahmu serta candamu melepaskan penat ini.

Ketika sedang sedih, mereka seolah tahu dan merasakannya. Ketika mendapat hal yang baru mereka memberikan balasan dengan antusias dan senyuman bahagia. Ya Robb.. jadikanlah mereka anak sholeh/sholehah yang selalu diliputi rasa ingin tahu, yang tidak mudah terbawa oleh zaman, selalu penuh imajinasi atau kreatifitas untuk agama serta negeri ini.

Hey nak sungguh iri hati ini, melihatmu dengan cuek melenggang ketika ada masalah atau tersakiti. Hanya dengan sebuah uluran tangan dan ucapan permintaan maaf, seolah-olah hilang semua amarah serta sakitmu, seperti tidak merasakan hal yang menyakitkan sebelumnya. Setelah itu, bermain bersama lagi, tersenyum bahkan bertawa kembali. Akh nak, kami merasa malu. Kalian tidaklah memandang sebelah mata temanmu. Tidak pulalah, mereka menyerah ketika tidak mampu menyelesaikan masalah.

Kami belajar darimu dengan segala keunikan, gerakan gesture tubuhmu bahkan diam dan tangismu  menjadikan pembelajaran untuk saya. Dengan berfikir secara out off the box. Ternyata kreatifitas mereka selalu tanpa batas. Semoga kelak sayapmu menjadi yang berbeda di antara yang lainnya ya.. J

Yaa.. tugas kami sebagai pengajar adalah mengembalikkan secara fitrahnya, hidup mereka sesungguhnya. Bagaimana semua potensi tersalurkan secara maksimal dan utuh.

Di Sekolah Alam Bekasi pula kami belajar bagaimana merangkul teman- teman kecil yang memiliki “Keistimewaan”. Dari merekalah kami belajar bersyukur, dengan penerimaan yang sangat dalam. Dulu saya ingin bersentuhan langsung dengan mereka. Dan Allah pulalah yang menyatukan kami, dengan memberikan kami kesempatan untuk merawat anak dengan “keistimewaan”. Walau hanya sesaat tapi saya merasa menjadi orang yang paling istimewa, karena pernah merawatnya. Sehingga saat ini, setelah rasa kehilangan, saya dapat merasakan bagaimanakah pengharapan orang tua  terhadap  anak spesial tersebut. Kami ingin, anak kami kelak di terima seperti apa adanya tanpa harus ada pembeda diantara mereka.

 

Saya ingat sekali kala itu, ada seorang teman saya, dia berbicara “Tolong perlakukan mereka sama seperti anak yang lain. Jangan membeda-bedakan, mereka memiliki hak yang sama seperti anak normal lainnya. Sayangi mereka dengan hati yang tulus.” Kata-kata itu selalu terngiang. Yup betul sekali, hanya satu kata yaitu “Penerimaan” sudah sangatlah cukup bagi mereka. Mereka tidak meminta banyak, hanya ingin di perlakukan sama seperti teman sebayanya. Tanpa harus melihat dengan rasa kasian karena perbedaan atau malah dengan cibiran.

Ada satu cerita tentang penerimaan terhadap mereka. Mereka itu sesungguhnya sangat sensitive sekali, ketika ada yang tidak suka dengannya, mereka reflex akan mendekati sambil menjaili. Dan membuat saya senyum-senyum melihat tingkah mereka.

Saat ini saya hanya bisa berusaha bagaimana mereka (anak special) ataupun teman-teman kecil lainnya, dapat menjadi diri mereka sendiri. Selalu bahagia tanpa harus memikirkan beban apapun. Bisa mandiri tanpa harus bergantung kepada orang dewasa.

Sehingga dengan adanya kesempatan ini saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman dan semua yang terlibat dalam proses penerimaan saya. Untuk semua yang selalu memotivasi, menemani, mensuport, menyayagi kami dengan sepenuh hati. Dan hanya Allah S.W.T yang dapat membalas setiap kebaikan.

Inilah keunikan dari Sekolah Alam Bekasi. Saya menemukan saudara walaupun bukan sekandung. Saya baru menyadari hal istimewa bagi saya adalah “Di pertemukan oleh orang-orang yang baik, dalam lingkungan yang baik pula, sehingga mengubah menjadi pribadi yang lebih baik pula. InsyaAllah”

Dan bahwa pada dasarnya setiap Makhluk, menginginkan PENERIMAAN dalam hidupnya.

Oleh Sri Mindasari M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *