Bersama Menyiapkan Generasi ABCD (Aqil Baliqh Cerdas Dewasa)

 

Bersama Menyiapkan Generasi ABCD (Aqil Baliqh Cerdas Dewasa)

Catatan Parenting SAsi bersama bpk Adriano Rusfi, Psi.

♻Mari, kita mulai dengan mengkritisi sebuah kata remaja.
Remaja dalam bahasa Inggris adolesent, berasal dari bahasa yunani yang artinya seorang anak yg besar tapi dewasa juga belum. Beberapa teori barat dan istilah masyarakat mendukung sebuah fase yg disebut remaja.

🌿Namun, rupanya kata remaja muncul di abad 19, remaja menjadi generasi yang belum lama muncul, yang sebenernya merancaukan status individu, bukan dewasa tapi juga bukan anak-anak. Sedangkan dalam islam tidak ada istilah masa remaja, namun disebut masa aqil baliqh. Setelah anak-anak ya dewasa (fisik & akalnya)

🌿Sebuah fenomena, Yuyun seorang anak dilecehkan secara seksual dan dibunuh oleh 12 orang pemabuk. 7 diantara 12 pelaku dihukum ringan karena dianggap masih anak-anak. pertanyaannya apakah mereka tetap disebut anak-anak ketika sudah dapat menghasilkan anak?

🌿Mereka telah baliqh (matang secara reproduksi) namun, belum aqil (matang secara dewasa). Nafsu yang mendominasi bukan akal. Artinya masa aqil dan baliqh yang tidak sejalan rentan dengan potensi syahwat dan kekerasan. Bukankah itu hal yang mengerikan?

🌿Dalam Islam masa Aqil Baliqh adalah masa kematangan dewasa fisik dan mental. Idealnya keduanya menjadi hal satu kesatuan yang sejalan. Sejarah islam mencatat Usamah bin Zaid dipercaya Rasulullah menjadi seorang Pemimpin perang diusia 15 tahun. Muhammad Al Fatih telah menaklukan Konstanti Nopel di usia 22 tahun. Mereka telah matang dan mampu secara fisik dan mampu memikul tanggung jawab dan matang secara mental.

🌿Namun, faktanya hari ini kita dihadapkan pada generasi yang terlalu dini baliqh (kematangan reproduksi) dan lambat aqil (lambat dewasa). Rentang antara baliqh dan aqil terlalu jauh, apa sebabnya?

Baliqh yang terlalu dini disebabkan karena:
1.Over nutrisi : yang masuk dan yang keluar tak berimbang.
2.stimulus melalui mata & telinga dari apa yang mereka lihat & dengar.
3.jarang dihadapkan pada masalah dengan alasan ah, kamu masih anak-anak, kamu masih kecil dsb.
4. Jarang dilatih puasa (shaum)

Aqil yang melambat disebabkan karena:
1.Hilangnya peran ayah ; tahukah kita dalam Al-Quran menyebutkan 17 ayat tentang pendidikan anak, 14 ayat dilakukan oleh ayah dan 2 ayat dilakukan oleh ibu. Di akhirat kelak ayah yang akan dimintai pertanggungjawaban tentang keluarganya. Waspadalah Ayah abai, bunda lebay akan memunculkan anak alay.

2. Pemanjangan dengan Fasilitas
3. Dijauhkan dari realita & resiko
4. Tidak dilatih tanggung jawab.

🌿Maka, sekarang sudah saatnya kita mendidik anak-anak menjadi seorang dewasa, bukan remaja. Mereka yang telah matang secara reproduksi juga matang secara akal dan mental (dewasa).
Lalu, bagaimana mendidiknya?

🌿Ketika anak dinyatakan baliqh seringkali hanya diajarkan kewajiban syariat tapi jarang yg mengajarkan beban kedewasaan.

🌿Domain utama mendidik anak adalah rumah yaitu ayah dan bunda. 70% peran orang tua 30% peran sekolah. Knowlegde di sekolah, karakter ditularkan orang tua. Jika ayah dan bunda tidak sepenuhnya mampu tega jadikan sekolah sebagai tempat penempaannya.

Mendidik aqil baliqh harus belajar tega. Ali bin Abi Thalib berkata:
✅1-7 tahun bermainlah bersama mereka,
✅8-14 tahun jadikan anak tawanan (tempa anak dan ajarkan anak kedisplinan)
✅15-21 tahun, temani mereka, perlakukan mereka seperti sahabat.

♻ Kolaborasi Pendidikan Total melibatkan : Ayah-Bunda-Masjid-Sekolah dan Lingkungan (Korporasi dsb)

Peran ayah:
✅Man of vision and mission
✅Penanggung jawab (kepala keluarga)
✅Konsultan pendidikan bunda
✅Pendidik Iman & aqidah keluarga
✅Sang Ego & individualitas
✅Pembangun sistem berfikir
✅Supplier maskulinitas
✅The king of Tega

Peran Bunda:
✅Pelaksana harian pendirikan
✅Kontrol Nutrisi
✅Person of love & sincerity
✅Sang harmoni & sinergi
✅Pemilik moralitas dan Nurani
✅Pembangun hati & rasa
✅Berbasis pengorbanan
Sang Pembasuh luka

🏕 Didik anak dengan Keberanian & Ketangguhan:
Keberanian anak dapat dibangun di alam. Petualangan di alam bisa menyalurkan energi anak dan keberanian anak. Ceritakan kisah-kisah sukses.

💡 Bangun Kesadaran anak
untuk fokus pada nilai & makna, bangun mental bangga menjadi dewasa, ceritakan kisah pemuda-pemuda hebat, cemaskan dengan tanggungjawab seorag mukkalaf (sepenuhnya aqil & baliqh), ajak anak berfikir tentang masa depan dirinya & ummat.

⚖ Ajak anak Memecahkan masalah
anak bukan anak bodoh, berbagilah masalah dengan anak, ajak anak untuk ikut menyelesaikan masalah dengan diskusi. Masalah mampu menekan baliqh (hormon seksual).

💰 Ajari anak Mencari Nafkah
tanamkan mindset saat baliqh anak harus mampu menghidupi dirinya sendiri, mulai dengan cari uang jajan, ajak anak berbisnis, jangan penuhi keinginannya 100%, sharing pekerjaan dengan anak

🌀 Latih Organisasi
Berorganisasi adalah berkehidupan, dalam organisasi anak akan belajar manajemen, kerjasama, kepemimpinan, problem solving dan mengambil keputusan. Mulai dengan mengorganisasi rumah

🌿Bersama menyiapkan generasi aqil baliqh cerdas dan dewasa adalah tugas kita bersama. Untuk mencapainya perlu kerjasama ayah, bunda, sekolah dan lingkungan terdekat anak.

🌿Insyaa Allah, anak-anak yang saat ini menjadi amanah kita bersama mampu menjadi insan yang mukkalaf (sepenuhnya aqil & baliqh) dan mampu menjadi pemimpin-pemimpin terbaik bagi dirinya, keluarga dan agama. Sampai Allah memanggil kita untuk kembali.

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho lagi diridhoiNya. Maka, Masuklah ke dalam barisan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku” ( QS. Al-Fajr : 27-30)

📲Ditulis oleh : Abie Aisyah
🎙Narasumber : Drs. Adriano Rusfi Psi.

     Download Materi Klik Disini

Tertanda
Team MCD SAsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *