Belajar dari Pemagangan

Belajar dari Pemagangan
Oleh : Agus Gusnul Yakin

Belajar melalui pemagangan sudah tidak diragukan lagi efektivitasnya. Dalam pemagangan, belajar pengetahuan dan keterampilan langsung dikaitkan dengan konteks dan aplikasi nyata, tidak sekedar teori.

Di dunia kerja, pemagangan biasa dilakukan kepada calon pegawai. Sementara di dunia pendidikan konvensional, pemagangan lazimnya diadakan di tingkat SMA dan Perguruan Tinggi. Di usia SD dan SMP masih sangat jarang, kecuali sekolah-sekolah alternatif dan homeschooling. Apa urgensinya magang di usia anak-anak?

Pembahasan pentingnya pemagangan di usia menjelang AqilBaligh barangkali sudah sering dibahas di komunitas ini. Kita tentu masih ingat kisah Rasulullah yang magang berdagang bersama pamannya sejak usia 11-12 tahun. Pun tradisi magang yang dilakukan para pemuda yang kemudian menjadi ulama dan tokoh-tokoh besar pada zaman keemasan Islam. Lalu, bagaimana mengadaptasikan kegiatan pemagangan untuk anak-anak menjelang AqilBaligh di usia 11 – 15 tahun?

Saya mencoba berbagi pengalaman seputar kegiatan pemagangan untuk anak-anak pra AqilBaligh berdasarkan eksperimen yang kami lakukan di Sekolah Alam Bekasi dan Sekolah Alam Bogor.

Menurut saya, tujuan utama pemagangan untuk anak-anak usia pra AqilBaligh adalah menempa mental dan mengasah bakat. Saat pemagangan, mentalitas anak-anak ditempa, karena mereka harus beradaptasi dengan situasi di kehidupan nyata serta menghadapi tantangan baru yang mungkin tidak selalu nyaman bagi mereka. Di sisi lain, pemagangan juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mencoba mengalami beragam kegiatan baru, yang barangkali sebagiannya merupakan kegiatan-kegiatan yang kemudian mereka senangi dan menjadi potensi kekuatan mereka kelak.

Yang perlu diperhatikan dalam merancang kegiatan pemagangan bagi anak-anak usia pra AqilBaligh adalah pentahapan. Sederhananya, pemagangan sebaiknya dimulai kepada orang-orang di lingkung terdekat sebelum di lingkung yang lebih jauh. Berdasarkan tahapannya, saya membagi pemagangan menjadi beberapa level sebagai berikut:

Magang Level 1: Lingkung Rumah
Orang tua merupakan role model yang paling berpengaruh terhadap anak-anak. Karena itu penting bagi orang tua untuk menunjukan adab dan sikap profesionalitas yang baik dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan di rumah. Fokus magang kepada orang tua adalah membudayakan adab dan melatih keterampilan hidup dasar agar anak-anak bisa melayani dirinya sendiri. Ini penting agar nanti saat magang tahap lanjut, anak-anak tidak menyusahkan orang lain.

Magang Level 2: Lingkung Tetangga/Kampung
Pada tahap ini, anak-anak diajak untuk magang kepada tetangga dengan beragam profesinya. Fokus magang di level ini adalah melatih adab dalam berinteraksi dengan orang lain serta memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mencoba beragam kegiatan. Anak-anak juga perlu dimagangkan dalam (kepanitiaan) kegiatan-kegiatan di tingkat kampung. Durasi magang di level ini sebaiknya tidak terlalu lama, maksimal satu pekan per sesi magang, secara individual maupun kelompok.

Magang Level 3: Lingkung Kota/Daerah
Selain dilatih mengenal (potensi) diri, anak-anak juga perlu dilatih mengamati lingkungan. Karena setiap kota/daerah memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Mengenal potensi kota dapat dilakukan melalui kegiatan magang bisnis/profesi tematik di lingkung kota. Magang di lingkung kota juga berguna untuk melatih keberanian, karena anak belajar bepergian dalam jarak yang lebih jauh secara mandiri. Kegiatan magang di level ini sebaiknya dilakukan secara berkelompok (1 tempat magang untuk beberapa anak) dengan durasi 1-2 pekan.

Magang Level 4: Regional/Nasional
Di level ini anak-anak diajak untuk magang di luar kota untuk melatih kemandirian mereka. Biarkan anak merasakan hidup dalam keterbatasan agar mereka juga mampu beradaptasi dalam keadaan yang tidak nyaman. Tujuan lainnya adalah untuk mengenalkan bidang-bidang bisnis atau mempelajari keterampilan-keterampilan spesifik. Magang dapat berlangsung secara berkelompok selama 2 pekan sampai 1 bulan dengan tinggal di lokasi magang.

Magang Level 5: Bersama Maestro
Saat anak sudah mengenali potensi dirinya dan sudah mempunyai pilihan bidang bisnis atau profesi yang akan ditekuninya, itulah saatnya dia belajar lebih dalam dengan magang bersama maestro. Dalam magang ini, idealnya anak terlibat dalam bisnis/kegiatan dan nempel dalam keseharian sang maestro. Magang bersama maestro sebaiknya dilakukan secara individual dalam jangka waktu yang lebih lama.

Agar magang efektif, orang tua/pendidik perlu mencarikan figur-figur yang tepat serta bersedia dimagangi oleh anak-anak. Tidak usah memaksakan diri dengan kriteria sosok maestro sempurna yang punya keahlian sekaligus keteladanan akhlak, karena jumlahnya pasti sangat sedikit. Yang penting mulailah menginventarisir dan mendekati orang-orang beragam profesi yang bersedia menemani anak-anak tumbuh. Percayalah, niat baik akan selalu menemukan jalannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *