Backpacker to Papandayan SD 6 Kendari

BACKPACKER TO PAPANDAYAN

SD 6 KENDARI

Assalamualaikum, Wr. Wb

Kami SD 6 Kendari, ingin menceritakan pengalaman kita di Papandayan.

Selamat membaca!!!!

HARI PERTAMA…….

Di hari pertama, kita naik angkot AL ke Terminal Kampung Rambutan, kita turun di Terminal Kampung Rambutan. Lalu menaiki bus Trans Jakarta. Kemudian kita turun di Stasiun Gambir. Yang muslimah belajar membayar tiket ke kereta. Lalu kita membayar tiket nya. Sebelum naik kereta kita beli minuman yaitu HOP HOP……

Setelah itu kita bersiap untuk menaiki kereta yang menuju Bandung kami menempuh perjalanan selama 3 jam selama di kereta. Kita melihat pemandangan yang sangat keren. Hampir semua murid dan guru tidur di dalam kereta.

Yey……kita sudah sampai di Stasiun Bandung. Kita naik angkot ke Tegalega. Kita sholat Dzuhur dan Ashar d jama’a. Setelah itu, kita makan di warung padang. Hmmm……LEZATT. Lalu kita naik bus mini ke homestay. Perjalanan dari Tegalega ke Homestay 3 jam. Kita makan  ikan dan sayur sop dicampur dengan kerupuk Hmmm … lezatttt. Setelah itu kami pun bersiap untuk Maghrib di jama’a dengan Ishya. Setelah itu kami bersiap untuk tidur. Karena, kami harus menyimpan energi untuk besok nanjak gunung.

HARI KEDUA…..

Keesokan harinya kami di bangun kan pukul 04.00 untuk sholat tahajud dan Shubuh. Setelah sholat shubuh kami bersiap untuk senam. Setelah senam kami di suruh lari 2 putaran agar kami kuat untuk menanjak gunung. Dan setelah senam kami bersiap untuk sarapan pagi. Setelah sarapan pagi, kami bersiap untuk naik gunung. WOW..!! pemandangan nya sangat bagus. Tapi kita mempunyai tantangan yaitu nanjak nya sangat tinggi. Kita pun berteriak “ALLAHUAKBAR!!”. Itu adalah dzikir kita untuk menanjak. Walau pun harus menanjak sangat tinggi tetapi kita tak lupa untuk istirahat. Saat kita sampai di pondok sayur. Di sana kita mengobserfasi sekalian istirahat setelah mengobserfasi kita bersiap untuk menanjak lagi.

Setelah menempuh perjalan cukup lama, kita pun beristirahat lagi. Setelah istirahat kami pun menanjak lagi, dan di tengah perjalan hujan lumayan deras apalagi cuacanya dingin di sana tambah Beerrr…dinginn…! Saat kami sampai di pos. Di sana kami menghangatkan diri dengan api unggun yang sangat kecill haha…. tetapi, kita masih bisa menghangatkan diri.

Dan setelah itu kami pun menanjak lagi untuk bisa sampai di pondok saladah dan akhirnya kami pun sampai dengan baju yang basah dan muka yang pucat karena kedinginan dan kehujanan dan saat kami sampai tenda masing- masing. Kami pun langsung ganti baju tapi tidak mandi karena airnya sangat dinginnnn……. Setelah itu kami makan di tenda, karena di luar hujan. Setelah makan kami bersiap sholat Dzhur di jama’a dengan Ashar. Sholat nya duduk, karena kita sholat di tenda. Kita di beri waktu untuk beristirahat.

Setelah itu Pak Romli memberi kita susu hangat, untuk menghangatkan diri. Setelah itu, kami sholat Magrib dan Isya di jama’a. Setelah itu, kami menghabiskan waktu luang kami dengan mendengarkan murotal. Tapi salah satu teman kami yaitu yang muslim melekukan paduan suara… mereka bernyanyi lagu Raisa “Mantan Terindah”. Lalu, kita beristirahat dengan nyenyak. Dan tenda nya Bu Siska, Izah, Kifa, dan Syarla… Di serang oleh O-Men (Babi Hutan)

HARI KETIGA……

Hari ketiga ini, suhu di gunung sangatttttt dingin. Kita semua melaksanakan sholat Shubuh. Kita melihat di sebelah kiri tenda Bu Siska, robek karena di serang oleh O-Men (Babi Hutan). Mungkin mengambil snack nya Kifa? wkwkwkwk…..

Lalu kita sarapan. Setelah sarapan kita bersiap – siap untuk olahraga. Setelah olahraga, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan kami ke Hutan Mati. setelah itu kami pergi ke Tegal Alun untuk melihat padang Edelweiss. Saat kami sampai di Tegal Alun kami melihat padang Edelweiss yang sangattttt….. indah. Di sana kami pun foto bersama untuk menyimpan kenangan. Setelah berfoto kami membuat video Mannequin Challenge.

Setelah itu kami turun lagi ke hutan mati untuk mengambil tas carier kami yang ditinggal di Hutan Mati. Lalu kami bersiap untuk turun dan di tengah Hutan Mati kami melihat kawah yang bagus tetapi wanginya seperti telur busuk. Kali ini kami tidak menempuh jarak jauh. Karena di awal kami harus menyebrangi Bandung untuk bisa sampai di Pondok Saladah. Di tengah perjalanan, kami mendegar Clariza mimisan. Kami pun panik. Tak lama kemudian, Clariza menjadi lemas. Lalu tas carier nya Clariza dibawa oleh Pak porter.

Saat kami sampai di bawah, kami pun akhirnya bisa mandi. Setelah beberapa hari, tidak mandi mungkin badan kami menjadi bau. Lalu kita sholat Dzuhur dan Ashar. Lalu, kita membeli souvenir untuk kenangan. Lalu kita menaiki mobil Pick Up. Kita menikmati suasana di kaki Gunung Pandayan. Kemudian, kita makan di warung Pamdang. Untuk menambah energi. Lalu, kita naik angkot.

Kami mendengar di angkot yang satu lagi. Tas carier nya Akbar dan Icam jatuh di tengah perjalanan. Kita pun panik dan membantu. Lalu, kita berhenti di masjid. Kita pun sholat Magrib di jama’a Ishya. Lalu, kita menunggu bus. Sambil menunggu bus, kita meliahat di cameranya pak Fathin foto – foto kita selama perjalanan. Dan kita pun berteriak “OM TELOLET OM” Beberapa jam kemudian, bus sudah datang. Kami beristirahat di dalam bus.

Jam 01.00 AM. Kita pun turun di Kampung Rambutan. Kita sudah sangat capek dan lelah. Kita menunggu angkot yang menuju ke SAsi. Angkot nya sudah datang…..

Sampai di SAsi, kita sholat Tahajud. Tak lama kemudian, kita langsung tidur…..ZZZZ

Terima Kasih sudah membaca pengalaman kita di Papandayan.

Kita berharap kalian senang membaca pengalaman kita.

Sekian dari kami

Wassalamualikum, Wr, Wb

By: Syarla dan Clariza SD 6 Kendari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *