7 Sikap Orang Tua yang Tidak Disadari Berdampak Buruk bagi Anak

Dear, Ayah Bunda… sebagai orang tua tentunya kita tidak luput dari kesalahan. Tidak ada orang tua yang selalu benar. Seorang terapis pernikahan dan keluarha Rabbi Dov Heller, M.A mengatakan semua orang tua pasti pernah berbuat salah. Hanya saja beberapa orang tua membuat kesalahan yang lebih besar dan membahayakn emosional anak.

Berikut ini ada 7 sikap orang tua yang tidak disadari berdampak buruk bagi anak:

1. Tidak memahami Perasaan Anak.
Kita menyakini bersama bahwa setiap anak adalah special. Setiap anak tidak ada yang sama persis sekalipun mereka adalah anak kembar. Anak yang tidak dipahami orang tua akan merasa tertekan atau tidak nyaman melakukan apa yang diinginkan orang taunya.Maka, setiap anak perlu dipahami agar kita dapat menyikapi mereka secara tepat.

Jika ayah dan bunda memiliki dua atau tiga anak, biasanya mereka memiliki karakter yang berbeda-beda, misalnya si A sangat aktif sedangkan si B sangat sensitif perasaannya. Minat anak pun sering kali tidak sama ada anak yang kuat secara akademiknya, ada anak yang lebih menonjol dalam hal sosial dan kepemimpinan. Disinilah, peran ayah dan bunda untuk memahami anak.

2. Tidak mau mendengarkan Anak.
Setiap harinya anak pasti mengalami berbagai pengalaman yang disertai dengan berbagai perasaan seperti senang, sedih atau bahkan kecewa. Beberapa karakter anak selalu ingin menceritakan apa yang mereka alami. Maka, orang tua mengambil peran pertamanya sebagai pendengar yang baik. Menurut Rabbi sebelum orang tua memberi koreksi atau memberi saran alanglah baiknya untuk mendengarkan anak secara utuh terlebih dahulu.

3. Bertengkah di depan Anak
Orang tua yang bertengkar di depan anak, dapat menghancurkan keseimbangan emosional anak. Pertengkaran di depan anak memaksa anak untuk menghadapi rasa sakit dan takut yang tidak ia inginkan.

Rabbi menyarankan sebaiknya orang tua memecahkan masalahnya tanpa menunjukan kemarahan atau permusuhan.

4. Ketidak harmonisan orang tua.
Rabbi menyebutkan terlalu banyak pasangan yang memiliki masalah serius tapi tidak melakukan apa-apa, sementara anak-anak mereka menderita.

Ketidakharmonisan orang tua akan dirasakan anak, karena rumah akan terasa tegang, sehingga anak akan merasa janggal dan tidak damai.

Maka, saat ada permasalahan alangkah baiknya orang tua menyelesaikannya dengan baik dan dibicarakan secara terbuka.

5. Menuruti semua kemauan anak.
Bentuk kasih sayang terhadap tidaklah tepat jika semua keinginan anak selalu dituruti. Sering kali orang tua tidak tega membuat anak mereka menangis saat meminta sesuatu. Hingga, seringkali mereka memilih untuk menuruti semua keinginan anak agar tidak menangis.

Menuruti keinginan anak tidak selamanya salah, hanya saja jika semua keinginan dituruti akan berdampak kurang baik pada emosi anak. Sikap manja dan kerasa kepala akan terbentuk pada anak yang selalu dituruti keinginanny.

Memberikan pengertian pada anak tentang kebutuhan dan keinginan perlu orang tua ajarkan pada anak secara perlahan, sehingga ketika mereka tumbuh, anak dapat membedakan mana yang menjadi prioritas dan kebutuhan.

6. Melakukan kekerasa secara verbal.
Kekerasan secara verbal dapat berupa tindakan marah-marah, tidak sabar terhadap anak, memberi nama ejekan buruk, membanding-bandingkan anak, menekan anak menjadi sukses dan konsisten memberi kritikan pada anak.

Setiap anak memiliki sisi untuk mendapat kelembutan dari orang tuanya, diterima dan dipahami seutuhnya.

7. Ayah dan Bunda tidak sejalan.
Kesepakatan tentang pola pendidikan dan pengasuhan anak antara ayah dan bunda sangatlah penting. Sebab, jika ayah dan bunda tidak sejalan maka anak akan cenderung berpihak pada ayah saja atau hanya bunda saja.

Rabbi sebagai ahli menyarankan agar ayah dan bunda tidak saling melemahkan. Jika terjadi perbedaan masing-masing mencari jalan terbaik untuk.

Sebagai orang tua, setiap ayah bunda tentu ingin memberikan yang terbaik pada anak dan keluarga. Kesalahan dan masalah pasti akan ada, disaat itulah Allah ingin mengetahui apakah benar yang dilakukan adalah sebuah kebaikan?.

Rasulullah SAW berpesan “sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”

Mari, terus tumbuh belajar bersama ayah bunda bersama Millenial Parenting SAsi.

By: Abie Aisyah

Refrensi :
1. Haibunda.com
2. Abiummi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *